Thursday, October 30, 2008

Kisah Nyata - Kebesaran Jiwa Seorang Ibu

Oct 26, 2008 in True Story
Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan electronic.
Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Dia anak yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang kenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager. Gaji-nya pun lumayan.
Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman2 kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan cewe2 jomblo. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.
Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be.
Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. "Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan." jawab A be.
Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali).
Hal ini membuat A be jadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun.
Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. " Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi".
Setelah ibunya sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, A be tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik.
Teman2 yang masih punya Ibu (Mama atau Mami) di rumah, biar bagaimanapun kondisinya, segera bersujud di hadapannya. Selagi masih ada waktu. Jangan sia-sia kan budi jasa ibu selama ini yang merawat dan membesarkan kita tanpa pamrih. kasih seorang ibu sungguh mulia.
– happy ending –
sumber : forum.kapanlagi.com

Monday, October 27, 2008

Mempersenjatai Anak dengan Doa

Dalam salah satu hadits disebutkan, "Doa adalah senjatanya orang mukmin,
tiang agama, dan cahaya langit dan bumi." Betapa doa sangat penting bagi
seorang mukmin. Doa bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi yang
menggunakannya. Sebagaimana kegunaan senjata di dalam peperangan.

Doa merupakan rahmat dan anugerah Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Dengan
doa inilah kita bisa meminta, mengadu, dan menghantarkan orang beriman menuju
ampunan dan surga-Nya di akhirat kelak.


Melalui doa, seorang mukmin bisa terhindar dari segala bahaya, mendapat
keberkahan, kemudahan, kesuksesan, dan kebaikan-kebaikan lain sesuai dengan
permohonannya kepada Allah.

Dalam salah satu hadits dikisahkan bahwa di akhirat kelak akan ada seorang yang
mendapatkan derajat yang tinggi di surga, sehingga ia sendiri tidak
mempercayainya. Lalu ia bertanya, "Apa penyebabnya sehingga saya mendapatkan
kemuliaan seperti ini?" Lalu diberitahukan kepadanya, bahwa ia mendapatkan
kemuliaan tersebut disebabkan oleh anaknya yang selalu memintakan ampunan
(istigfar) untuknya.

Subhanallah, sangat beruntung apabila kita memiliki anak yang selalu berdoa
untuk dirinya, orangtua, saudara, dan kaum muslimin. Sebab, doa menjadi salah
satu sebab yang bisa menghantarkan kepada kebahagiaan hidup di dunia dan di
akhirat
kelak.

Sumber:

Thursday, October 09, 2008

Apakah Cinta Sejati Itu?


Apakah Cinta itu?

Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Qubrusi al-Haqqani


Orang Eropa menulis kata, "Cinta, cinta." Di mana-mana, "Cinta". Itu artinya cinta adalah hal terpenting bagi mereka. Tetapi mereka tidak memohon untuk mendapatkan cinta yang sejati, dan bagaimana mereka dapat meraih samudra Cinta yang tidak terbatas.

Jiwa setiap orang berharap dapat meraih samudra keindahan yang tidak terhingga. Tetapi hanya setetes dari samudra keindahan Ilahi yang dibagikan kepada semua orang. Jadi dari tetesan itu berapa banyak yang dapat mencapai gadis cantik dan pemuda ganteng? Berapa banyak? Begitu banyak sehingga bisa membuat kalian mabuk. Kalian bisa mabuk dengan hanya sebagian dari setetes dari samudra keindahan yang tidak terbatas yang menunggu dan mengharapkan kalian untuk mencapainya, masuk ke dalamnya, berenang, minum, dan mabuk di dalamnya.

Kalian dapat meraih Cinta Ilahi melalui istrimu dan dia pun dapat meraihnya melalui kalian. Karena melalui cintanya kita memohon Cinta sejati dari Allah. Dan itu adalah ajaran yang paling sempurna bagi manusia, yaitu untuk membuat hubungan dari cinta itu, lalu lompat menuju Cinta Tuhanmu.

Tetapi orang tidak terlalu peduli mengenai cinta itu dan tidak membiarkan Pancaran Cinta Ilahi keluar dari hati mereka. Mereka mengejar cinta imitasi, cinta yang sifatnya sementara yang datang dan berlangsung hanya pada acara tertentu, dan termasuk keinginan fisik kita. Cinta itu hanya sementara dan bisa hilang dengan cepat, dan kepuasan yang datang dengan cepat akan berkurang dan semakin berkurang sampai akhirnya berakhir, mengering. Cinta yang berasal dari keinginan fisik akan semakin berkurang kadarnya dan akhirnya mengering.

Kalian bisa mencintai seorang gadis karena usianya yang masih muda tetapi ketika masa mudanya hilang, kalian tidak mencintainya lagi. Itu adalah cinta yang palsu. Kadang-kadang kita mempunyai kedua cinta itu secara simultan, tetapi biasanya keinginan fisik lebih dominan daripada spiritual sehingga yang terakhir tidak bisa muncul.

Tetapi untuk mencapai tujuan akhir manusia kita memerlukan cinta yang permanen, dan hanya Tuhan semesta alam yang dapat memberikannya. Cinta Ilahi yang tertanam dan bersarang dalam hati ummat manusia tidak akan berkurang. Selama kalian mencarinya, kalian akan merasakan bahwa cinta itu semakin bertambah, lebih banyak, lebih terasa, dan kalian akan merasakan bahwa cinta itu tidak akan pernah berakhir.


Hal tersebut dikarenakan tubuhmu akan musnah, tetapi jiwa kalian tidak akan musnah. Tubuh bersifat sementara sedangkan jiwa bersifat permanen. Oleh sebab itu cinta yang menjadi bagian dari tubuhmu dari akan berakhir, sedangkan yang termasuk bagian spiritual akan tetap utuh dan permanen.

Kalian bebas untuk memilih di antara keduanya. Dan kalian bebas untuk mencari salah satu atau yang lain sekehendakmu. Jika kalian menyukai cinta yang bisa berakhir, maka ikutilah keinginan fisikmu. Jika kalian tertarik kepada cinta yang abadi, yang terus bersemi, maka carilah cinta spiritualmu—Apakah kalian melakukannya?

Ketika kalian mengalami peningkatan dalam mencintai kehidupan permanen dan abadi, maka ALLAH memberi hatimu dari Cahaya Ilahi-Nya sehingga kegelapan akan lenyap; sebaliknya jika kalian semakin cinta terhadap kehidupan ini, maka makin banyak pula kegelapan yang memasuki hatimu.

Dalam kegelapan itu seluruh pikiran buruk dan ketakutan akan berkembang selanjutnya ketidakpuasan dan ketidakbahagiaan berkembang dalam hatimu sebab kegelapan membuat mereka berkembang.

Tetapi jika kegelapan menghilang dari hatimu, yang tinggal adalah cahaya di mana-mana. Tidak ada lagi masalah atau ketidakbahagiaan dalam hatimu. Cahaya, Cahaya Ilahi memberimu kepuasan dan kedamaian, dan semakin banyak cahaya itu tumbuh dalam hatimu makin banyak kedamaian dan kepuasan akan tumbuh di hatimu, dan berharap akan tumbuh terus setiap hari.

Wednesday, September 17, 2008

15 Ciri Calon Suami yang Baik

SETIAP perempuan pasti punya kriteria lelaki idaman. Apakah pasangan Anda memiliki beberapa poin dari 15 ciri berikut? Jika iya, berarti dia calon suami yang baik.
1. Penuh Semangat
Dia bangun bersama terbitnya matahari, selalu bersemangat menyambut hari baru, bersenandung (meski kecil) saat mengendarai mobil menuju kantor? Lelaki yang penuh keriangan di pagi hari berarti siap menghadapi kesulitan hidup. Dengan rasa syukur dan semangat hidupnya yang tinggi, segala masalah yang muncul dalam pernikahan nanti pasti bisa diatasi.
2. Tak Pelit Bilang Cinta
Apakah dia selalu mengatakan dan menunjukkan rasa sayang pada Anda setiap hari meski lewat momen kecil? Menurut penelitian, menyatakan rasa sayang secara teratur merupakan hal terpenting yang mendatangkan kepuasan dalam sebuah perkawinan. Jika saat ini Anda memiliki kekasih seperti itu, Anda sudah mendapat pasangan yang baik.
3. Punya Selera Humor
Dia senang tertawa bersama Anda (tapi bukan menertawakan Anda). Dia tahu bahwa menertawakan orang lain itu tidak lucu. Dia juga tahu bagaimana memandang sisi terang dari sesuatu. Lelaki periang ini baik untuk Anda.
4. Take Care Him Self
Dia tak hanya peduli pada kerapian dan keserasian berpakaian. Namun, dia juga peduli pada kesehatan dengan menjaga makanan, meluangkan waktu berolahraga dan cukup tidur. Kalaupun minum alkohol dan merokok, dia tahu batas. Percaya atau tidak, dia akan berada di sisi Anda untuk waktu lama.
5. Bisa Bilang Maaf
Dia selalu minta maaf saat berbuat salah atau menyakiti perasaan Anda, berusaha tak mengulangi kesalahan, dan belajar dari kesalahan sehingga hubungan Anda dan dia berkembang baik. Dia juga mengerti bahwa dengan mengatakan 'maaf' tidak akan mengurangi kejantanannya. He's a gentleman.
6. Bertanggung Jawab
Dia menikmati pekerjaan dan berusaha mengerjakan dengan baik. Dia siap menjalankan proyek baru, beserta tantangannya. Dia berbagi semangat kerja dengan Anda dan berusaha mengatasi kejenuhannya. Lelaki seperti ini tak hanya mencari nafkah lho. Dia senang bekerja dan bertanggung jawab.
7. Mau Bekerja Sama
Apakah dia peduli bahwa beban dalam sebuah hubungan harus dibagi adil? Dia juga mau menyingsingkan lengan baju tanpa diminta? Jika dia mau melakukan pekerjaan meski sangat sepele, pasti menyenangkan memiliki lelaki ini di sekitar kita.
8. Satu Visi
Anda ingin punya apartemen di tengah kota, city car, dan satu anak saja, dia setuju. Artinya dia juga ingin menjalani gaya hidup seperti Anda. Meski ini masalah kesepakatan, apa pun impian Anda, bagilah dengannya. Jika dia punya visi yang sama dengan Anda, lanjutkan ke jenjang berikutnya.
9. Romantis
Lelaki ini memang agak sulit dicari. Setidaknya jika dia ingat kapan ulang tahun Anda, senang mengajak Anda naik komedi putar dan berjalan di bawah cahaya bulan, memilih hadiah ulang tahun yang tepat, mengirim SMS berisi puisi indah (meski hanya forward), dan membuat Anda bahagia sebagai perempuan, dialah pangeran pujaan Anda.
10. Punya Etika
Dalam bersikap, dia tidak tergesa-gesa dan berusaha mempertimbangkan perasaan orang lain. Dia berusaha mematuhi hukum yang berlaku dan tidak mencurangi aturan main meski bermain sendiri. Tidak ada lelaki yang lebih baik dari lelaki etis ini.
11. Bisa Diandalkan
Dia berusaha menepati janji, datang ke pertemuan tepat waktu, memenuhi tanggung jawab dan kewajibannya dengan senang hati. Apa yang ia katakan sama dengan yang dimaksudkan. Persiapkan diri Anda menjalani kehidupan yang menyenangkan bersama lelaki ini.
12. Senang Bermain
Hidup pasti akan menyenangkan jika dilalui bersama lelaki yang tahu cara melewatkan waktu senggang. Dia tak hanya bisa mencari kegiatan selain nonton teve, tapi juga bisa hidup tanpa ponsel dan laptop saat liburan bersama Anda.
13. Calon Ayah Yang Baik
Apakah dia punya perhatian besar pada anak-anak? Mau membantu mengasuh anak? Dan menurutnya anak-anak lucu dan menakjubkan? Bahkan dia sudah berpikir menyiapkan tabungan untuk keperluan anaknya nanti? Untuk semua jawaban ya di atas, Anda boleh menikahi lelaki ini.
14. Menghargai Privasi
Punya kehidupan sendiri membuatnya merasa tidak perlu memiliki Anda setiap saat. Dia mengerti dan tak keberatan ketika Anda meminta waktu untuk bertemu teman-teman Anda. Dia juga mengerti untuk meninggalkan ruangan saat Anda bicara dengan sahabat atau ibu di telepon.
15. Pacar Perhatian
Memang tak ada panduan pasti untuk mengukur seberapa baik dan perhatian seseorang. Namun, jika Anda merasa dicinta, bersamanya Anda merasa luar biasa secara fisik dan emosional serta ada rasa damai saat di sisinya, berarti Anda sudah menemukan orang yang tepat.
Jika belum menemukannya, jangan menyerah. Dia pasti ada di suatu tempat di luar sana. Percaya deh!
Sumber : Kompas.com

Monday, September 08, 2008

Batu Rubi yang Retak

Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.
Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.
"Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula."
Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.
Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.
"Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. "
"Baiklah, niat baikmu aku kabulkan," kata baginda sambil memberikan batu tersebut.
Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, "Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan
semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah."
Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.
Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, "Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah."
Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah
membuat raja yang dicintainya berbahagia.
Netter yang luar biasa…. Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.
TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI
Shi Shang Mei You Shi Quan Shi Mei De Ren
Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki
kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!
Sumber: Batu Rubi yang Retak oleh Andrie Wongso

Sunday, September 07, 2008

Thareqat itu Tak Ada Pengkultusan

GELISAH, karena dirinya dianggap masyarakat sebagai bintang film biru (film porno-red) di tahun 1996 silam, membuat wanita berdarah Afganistan Ayu Azhari, kelahiran Jakarta 19 November 1971 ini harus meninggalkan Jakarta menuju Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu ia bersama suaminya, Yusuf, (30) asal Amerika dan anak-anaknya kerap menghadiri pengajian dan kegiatan berdzikir semacam istighosah di sini untuk mencari ketenangan batin di sebuah masjid, yang lama kelamaan masjid itu ternyata dipimpin oleh Syeikh Hisyam Kabbani, seorang muslim asal Pakistan yang menetap di Los Angelas Amerika.
Di tengah perenungan, berdzikir dan tentu juga shalat, tiba-tiba datang seorang pria murid Syeikh Hisyam Kabbani dan menanyakan pada suaminya: apakah sudah memiliki seorang mursyid? Dari situlah Ayu Azhari dan suami akhirnya berguru langsung kepada Syeikh Hisyam Kabbani dan belajar tentang makna dan memaknai kehidupan ini. Meski sejauh ini ia tidak mau disebut sebagai murid dari pimpinan tarekat Naqsabandiyah tersebut. Menyadari dirinya hanya baru mempelajari apa itu yang disebut tarekat ataupun tasawuf. Yang jelas, kedua orangtuanya yang berasal dari Afganistan adalah sebuah keluarga yang memiliki tradisi dzikir, istighosah dan bertarekat, adalah sebagai latarbelakang keluarga yang tidak bisa dipisahkan di tengah kegelisahan jiwa Ayu Azhari.
Ayu pada awalnya khawatir memasuki dunia tarekat itu bisa berakibat macam-macam. Seperti kata orang, jika pengikut tarekat bisa mengkultuskan seseorang (tokoh atau mursyid bersangkutan). Bahkan bisa menjadikan orang itu gila. "Tapi, ternyata tidak. Syeikh Hisyam sama sekali tidak mengajarkan pengkultusan itu. Malah mengajarkan makna dan memaknai kehidupan, seperti akan keutamaan kejujuran, ketabahan, kemanusiaan, kedamaian, ketenangan, persatuan, rendah hati dan sebagainya. Saya pun tidak gila. Mungkin yang gila itu karena tidak mempunyai mursyid,"tutur pemain Sinetron Bidadari itu.
Meski begitu, ia tetap tidak mau dibilang pengikut tarekat ataupun tasawuf. Melihat itu bagi dirinya terlalu tinggi dan dirinya baru pada tingkat belajar, simpati dan nge-fans saja. Katanya," Menurut saya semua orang mempunyai kesempatan untuk belajar, tentang apa, kapan dan di mana pun. Semua itu merupakan perjalanan hidup setiap orang. Manusia itu alamiah, natural dalam proses pencarian jati dirinya. Karena itu prinsip saya adalah berjalan saja dalam hidup ini."
Falsafah hidupnya tersebut menjadikan Ayu tidak peduli dengan penilaiain orang lain. Tentang apa saja terhadap yang digelutinya selama ini. Terutama sebagai bintang film, asal tidak merugikan orang lain, masyarakat maupun negara, dirinya akan berjalan terus. Seperti diajarkan oleh kedua orangtuanya yang aagamis sebagai pengikut Ahlus Sunnah, bahwa Ayu bercita-cita dalam hidupnya untuk menyenangkan atau membuat senang orang lain. "Seperti dalam film, bukankah saya berusaha untuk membuat orang lain senang. Juga, tidakkah agama mengajarkan agar kita mampu berbuat yang terbaik bagi orang lain dan bukannya mengajarkan kejahatan?"katanya lagi.
Dalam kaitan itu ia ingat ungkapan Syeikh Nadzim Haqqani dari Cyprus, guru Syeikh Hisyam Kabbani yang ditanya muridnya dalam bukunya, bahwa hidupnya itu untuk apa? "To please people,"jawab Nadzim. Inilah yang kemudian menjadi pegangan Ayu Azhari dalam menjalani hidupnya melalui apapun profesinya. Bisa saja orang itu senang dan terhibur sesaat bahkan sepanjang hidupnya, seperti ajaran nabi yang bermanfaat bagi manusia sampai di akhirat.
Apalagi menurut Ayu, setelah membaca berbagai buku, hati manusia itu seperti batu. Batu itu ada yang keras, ada batu kali, ada yang seperti kerikil dan pasir untuk membangun jalan aspal. Artinya, perjalanan masing-masing orang dalam hidup itu memang berbeda. Oleh sebab itu ia tidak merasa bertentangan (paradoks) di dalam hidupnya, meski di satu sisi berada pada dunia selebritis dan di sisi lain mempelajari tasawuf dan bertarekat. Karena semua itu dilihatnya sebagai sebuah proses alamiah yang kebetulan harus dilalui dan Allah akan melihat hati manusia. Bukannya yang tampak di badannya.
Untuk itu bagi diri Ayu yang terpenting adalah kejujuran dan ketulusan dalam hidup ini. Apapun profesinya. Namun, kalau dinilai paradoks, ukurannya apa? Kata Ayu,"Ukurannya, kan hati saya. Kalau ukurannya hati dan pandangan orang lain, terlebih ukuran yang dipakai adalah para syeikh, tentu saja susah. Yang penting masing-masing orang harus jujur, bahwa tekadnya dalam berbuat itu adalah kebaikan dan ketulusan."
Tekad hidupnya tersebut memang tercermin pada diri Ayu Azhari. Ibu empat orang anak ini sebelum shooting sinetron Bidadari di Jl. Sirsak 812 di kawasan Ciganjur, Jagakarsa Jakarta Selatan, pada sore hari di hari Selasa, 20 Maret 2001 lalu itu, memang tidak lupa untuk menunaikan shalat Ashar dan Maghrib. Ia pun dengan ramahnya menerima Sufi untuk sebuah wawancara sampai di Taksi yang ditumpanginya di tengah malam pukul 24.00 Wib itu harus meluncur ke kawasan Thamrin untuk suatu acara yang lain.
Selain itu rajin berpuasa sunnah seperti puasa Arafah 1421 H lalu dan telah umrah ke Makkah Al-Mukarramah.
Ayu mendirikan Yayasan Al-Azhari yang dibidani Dr KH Said Aqiel Sirajd MA di daerah Bintaro Jakarta Selatan dan membantu anak yatim di Pesantren Baitul Hamdi di Menes, Banten.
Sementara itu untuk masalah tasawuf dan tarekat, Ayu Azhari bercerita jika selain orangtua, ternyata kakek dan neneknya di Afganistan memang sudah memiliki tradisi tarekat tersebut. Karena itu buku-buku tentang tasawuf karya Syeikh Nadzim Haqqani, Syeikh Hisam Kabbani dan tentu saja buku para sufi seperti Al-Ghazali, Jalaluddin Rummi juga banyak dibaca dan dikoleksi. Menariknya, ketika Ayu sedang masak atau menemani anak-anak di rumah, Yusuf, suaminya membantu membaca dan menjelaskannya pada artis itu tentang tasawuf yang dipelajari.
Mungkin hal itu merupakan panggilan nuraninya. Karena menurut Ayu, bapaknya (Azhari) adalah seorang kutu buku yang telaten dan sabar dalam membimbing anak-anaknya ke jalan agama Allah. Bapak dan ibu selalu mengajarkan agar anaknya rajin belajar tentang apapun. Semasa kecil misalnya, orangtuanya sudah biasa membawa diri Ayu ke sebuah pengajian, istighosah di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan dan sekitarnya bersama para habib dan umat Islam umumnya. "Tuntunan orangtua itulah yang kini mengingatkan kembali akan kesejukan dan kedamaian akan hidup. Karena itu, mungkin pada waktunya saya juga akan meninggalkan dunia atau karier sekarang, jika kuanggap sudah tahu dan cukup,"demikian Ayu berharap.
Ketauladanan orangtua tersebut diturunkan kepada 4 anaknya di rumah. Bahkan ketika suatu waktu Ayu menangis, karena melihat keteladanan, ketabahan dan besarnya pengorbanan perjuangan dari Nabi Muhammad saw, Ismail as, Ibrahim as, para sahabat nabi sampai pada tokoh sufi seperti Al-Hallaj dsb, anaknya ikut sedih dan bertanya: Kenapa ibu menangis? Disitulah Ayu kemudian menceritakan perjuangan para tokoh tersebut, dan kini menurut Ayu, anak-anaknya sering pula minta diceritkan akan kisah-kisah para nabi itu.
Bahwa para tokoh tersebut memiliki jiwa perjuangan yang hebat. Sejalan dengan itu ia kini sering pula bersama keluarganya ke KH Abdurrahman Ma'shum di Jl Saharjo, Casablanca, Jakarta Selatan (Masjid Baiturrahman), untuk berguru dan bertarekat, agar nilai perjuangan, makna dan memaknai hidup tersebut tertanam kepada diri anak-anaknya, seperti ia menyerapnya nilai-nilai tersebut dari orangtuanya semasa kanak-kanak. "Ketauladanan dan pendidikan orangtua yang sarat nuansa religius tersebut tanpa saya sadari sangat bermanfaat sekarang ini,"ujarnya mengakhiri perbincangan.

Thursday, September 04, 2008

Rahasia Infaq

Diakui atau tidak, kita dalam hidup sehari-hari masih selalu terserimpung dengan perasaan berat untuk menginfakkan sebagian harta kita kepada yang berhak. Kita sering tidak merasa tersentuh oleh anak-anak kecil yang memanggil-manggil dengan menjajakan koran di depan jendela mobil kita, saat kita berhenti di persimpangan jalan. Kita sering perhitungan untuk membantu tetangga yang kelaparan, para pengemis yang terdesak lapar, para fakir miskin yang tidak sanggup lagi membiayai anaknya sekolah. Untuk zakat saja yang merupakan kewajiban, kita selalu berusaha menghindar dan mencari-cari alasan. Apa yang membuat berat? Apakah harta kita akan berkurang? Apakah Infaq dan zakat memang menguras harta kekayaan kita?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ada beberapa hal yang harus disadari:
Pertama: kurangnya, kalau tidak ingin disebut tidak ada, kesadaran bahwa harta yang kita miliki itu sebenarnya milik Allah. Kita bukan pemilik yang sebenarnya. Kita hanya pembawa amanat. Suatu saat, sehebat apapun kita menjaga dan menyimpannya, kita pasti akan meninggalkannya. Kita pasti akan berpisah dengan harta kekayaan, bahkan kita akan diminta pertanggung jawaban mengenai sejauh mana kita menggunakan harta yang kita genggam. Tidak adanya kesadaran seperti ini, menyebabkan lahirnya pemahaman yang salah: bahwa harta itu itu milik kita sepenuhnya, ia adalah hasil keringart dan jerih payahnya. Akibatnya ia menjadi pelit dan kikir, padahal kalau ia pikirkan secara mendalam, ia akan sampai kepada sebuah ajwaban, bahwa yang menentukan kaya tidaknya seseorang, bukan karena keringat dan jerih payahnya, melainkan Allah.
Lihat kenyataan yang sering ada dalam kehidupan kita, banyak kita menyaksikan saudara-saudara kita bekerja keras siang dan malam, tapi ternyata rejekinya masih saja hanya cukp dimakan. Di saat yang sama kita juga menyaksikan sejumlah orang yang hanya duduk santai, bahkan tidur-tiduran,tapi Allah melimpahkan kepadanya kekayaan yang melimpah ruah.
Kedua: kurang mantapnya keyakinan akan janji Allah, bahwa setiap apa yang kita infakkan akan mendapatkan ganti tujuh ratus kali lipat. Akibatnya kita selalu keberatan untuk berinfaq. Sebab kita selalu yakin bila berinfaq hartanya pasti akan berkurang, padahal janji Allah pasti dan tidak pernah diingkari. Sungguh betapa banyak bukti-bukti yang menguatkan betapa Allah melimpahkan harta orang-orang yang selalu membayar zakat dan infaq. Dalam kisah orang-orang soleh sering kita membaca bahwa mereka begitu kuat keyakinanya terhadap janji Allah tersebut, sehingga mereka tidak pernah sama sekali terbebani oleh dunia yang ada di tangan mereka. Imam Ahmad bin Hanbal, ketika diberi hadiah oleh seorang khalifah sejumlah hadiah, beliau tidak pernah berfikir bagaimana menikmati harta tersebut, malainkan beliau segera menginfakkannya kepada yang berhak. Itulah kemudian kita menyaksikan kehidupan beliau begitu berkah, dinamis dan produktif, tidak terbebani permasalahan dunia apapun. Apalagi beliau memang memilih hidup sederhana.
Ketiga: kita selalu dikuasai oleh perasaan ingin dipuji, ingin dibilang bahwa kita dermawan. Kalau tidak ada yang menyaksikan atau di depan halayak, kita tidak mau bersedekah. Baru kalau kita bisa menunjukkan gengsi sosial kita mau bersedekah. Akibatnya infaq yang kita lakukan bukan atas dasar iamn, melainkan karena gengsi sosial. Dari sininya hilangnya keberkahan dalam infaq kita. Sebab Allah sangat membenci orang yang berinfaq dengan tujuan supaya dipuji orang lain. Dalam terminology agaam, sikap semacam ini dikategorikan riyak. Suatu sikap yang akan menundang dosa. Bahkan riyak disebut juga "Assyirkul Asghar" (syirik kecil), sebab dengan sikap tersebut ia lebih menyukai dipuji orang daripada dipuji Allah. Tegasnya ia telah mensejajarkan manusia dengan Allah.
Keempat: lemahnya kesadaran bahwa setiap yang kita infaqkan akan menjadi tabungan kita di hari akhirat, yaitu kehidupan kita yang kekal kelak. Mencapai kebahagiaan dalam kehidupan ini memerlukan bekal khusus yang berkualitas. Bekal tersebut harus kita persiapkan dengan nilai-nilai keihlasan sewaktu di dunia. Salah satu bekal tersebut adalah berinfaq. Tidak harus dengan harta, namun dengan apa saja yang ia miliki. Mereka yang mempunyai ilmu bisa berinfaq dengan ilmu, mereka yang punya harta bisa berinfaq dengan hartanya, begitu seterusnya. Satu hal yang perlu kita yakini bersama bahwa barang siapa yang berinfaq di jalan Allah dengan tanpa hitungan "bighairi hisab" maka Allah akan membalasnya dengan tanpa hitungan pula. Amiin.
* Oleh: Amir Faisal Fath, Mahasiswa Paska Sarjana, Tafsir al-Qur'an, International Islami Univrsity Islamabad.

Monday, September 01, 2008

Dua kotak.

Ada di tanganku dua buah kotak yang telah Tuhan berikan padaku untuk dijaga.

Kata-Tuhan "Masukkan semua penderitaanmu ke dalam kotak yang berwarna hitam. Dan
masukkan semua kebahagiaanmu ke dalam kotak yang berwarna emas."
Aku melakukan apa yang Tuhan katakan. Setiap kali mengalami kesedihan maka aku
letakkan ia ke dalam kotak hitam.
Sebaliknya ketika bergembira maka aku letakkan kegembiraanku dalam kotak
berwarna emas.


Tapi anehnya, semakin hari kotak berwarna emas semakin bertambah berat.
Sedangkan kotak berwarna hitam tetap saja ringan seperti semula.

Dengan penuh rasa penasaran, aku membuka kotak berwarna hitam.
Kini aku tahu jawabannya. Aku melihat ada lubang besar di dasar kotak berwarna
hitam itu, sehingga semua penderitaan yang aku masukkan ke sana selalu jatuh
keluar.
Aku tunjukkan lubang itu pada Tuhan dan bertanya, "Kemanakah perginya semua
penderitaanku?" Tuhan tersenyum hangat padaku.

"AnakKu, semua penderitaanmu berada padaKu."

Aku bertanya kembali, "Tuhan, mengapa Engkau memberikan dua buah kotak, kotak
emas dan kotak hitam yang berlubang?" "AnakKu, kotak emas Kuberikan agar kau
senantiasa menghitung rahmat yang Aku berikan padamu, sedangkan kotak hitam
Kuberikan agar kau melupakan penderitaanmu."

Ingat-ingatlah semua kebahagiaanmu agar kau senantiasa merasakan kebahagiaan.
Campakkan penderitaanmu agar kau melupakannya.

Source : Milis Motivasi

Thursday, August 28, 2008

Jika Allah Menarik Perhatian Kita

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.
Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas.
Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya.
Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan "koin uang" atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya.
Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.
Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalaman menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya.
Dengan demikian, pengalaman-pengalaman menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau "habl min Allah." Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya.
Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya.
Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan "batu" kepada kita ?.
SEMOGA BERMANFAT !

Tuesday, August 26, 2008

Impian Seorang Mahasiswi Lansia 87 Tahun

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan
melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan
wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa,
"Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? " Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,
"Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.

"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab,
"Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya! " katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor
senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.
Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman
dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera
mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada
kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke
lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata,
"Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya
menyampaikan apa yang saya tahu."

"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan
humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang
mati namun mereka tak menyadarinya. "

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh,
tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama
satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian
atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan."

"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat.
Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih
dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa
tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

* * * * *
Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.
__._,_.___

Monday, August 25, 2008

sharing: mengenai merokok


----- Original Message -----
From: "Condro Aris" <condro.aris@gmail.com>
Sent: Monday, August 25, 2008 7:25 AM
Subject: [muhibbun_naqsybandi] sharing: mengenai merokok



Assalamu'alaikum wr wb
Malam ini saya coba menulis mengenai merokok, imam syafi-i secara
tegas mengharamkan rokok, begitu pula guru kita tercinta, maulana
syech nazim dan maulana syech hisyam. Rokok adalah salah satu
perangkap setan, maka Tinggalkanlah,
begitulah yang sering disampaikan beliau.
Sebagaimana MSN & MSH yang menghantarkan ajaran baginda mulia nabi
besar Muhammad SAW, beliau tidak akan memelintirkan / membelokkan
ajaran mulia yang sudah diAmanahkan kepadanya, sepantasnyalah apa yang
guru kita perintahkan , kita tidak melanggarnya.
Ada seseorang yang mengatakan kepada saya, :"kita tidak bisa mengikuti
langsung kepada syech nazim, karena ada murid naqshbandy yang
merokok.", maka saya ibaratkan demikian :-->Jika Nabi Muhammad SAW
melarang khamr, maka MSN/MSH juga akan menghindarinya, dan menyuruh
seluruh muridnya untuk menjauhi hamr, sangat tidak mungkin jika
baginda nabi muhammad saw melarang hamr, kemudian guru kita justru
meminumnya, dan membiarkan muridnya meminumnya.

Namun, sebaiknya kita tidak berburuk sangka kepada seseorang Ulama
yang merokok, karena saya memiliki sebuah cerita mengenai pengalaman
saya pribadi.
Sebelum saya mengenal naqsbandy dan menjadi pengikut MSN&MSH, saya
telah berguru terhadap seorang Ulama di jawa tengah(sekarang beliau
telah tiada). singkat cerita:" suatu hari saya bertanya kepada guru
saya kenapa beliau merokok, sementara beliau sangat keras melarang
saya untuk merokok?,saat itu beliau hanya tersenyum dan berkata:"
sudah ikuti saja apa yang aku perintahkan, yang jelas Alloh sangat
tidak suka terhadap perokok, lihatlah sebuah hadist, ketika Rosululloh
SAW melarang orang habis makan bawang(bumbu masak) pergi sholat
berjamah dimasjid kecuali dia harus bersiwak terlebih dahulu, rokok
itu baunya lebih tajam daripada bawang, urusanku merokok adalah antara
aku dan Alloh..". saat itu saya hanya terdiam, yang saya ketahui,
walaupun guru saya perokok, bau nafasnya dan keringatnya selalu
tercium wangi, sehingga ketika beliau mengibaskan sorbannya, wanginya
menyebar disekitarnya.
Suatu hari(6tahun yang lalu), hari jumat saya mengantarkan beliau
untuk ke magelang, didalam perjalanan, ban sepeda motorku bocor,
sementara jam sudah menunjukan jam 11,
Maka beliau memerintahkanku untuk sholat jum'at, sedang guru saya akan
menjaga motor yang sedang ditambal. Perintah guruku saya tolak, saya
berkata:" bukankah kita ini musafir, sehingga halal untuk mengganti
sholat ini diwaktu ashar?, maka ijinkan saya disini mengikuti anda."
Guruku hanya tersenyum waktu itu.
Pukul 16:00 saya sampai magelang, saat itu Abbah(panggilanku terhadap
guru saya) turun dirumah salah satu muridnya, dan saya pergi ke
masjid untuk melakukan sholat.
Ketika itu saya bertemu dengan teman saya yang mengabarkan bahwa
jum'at tadi, sholat jum'at dipimpin oleh Abbah,padahal waktu itu Abbah
sedang bersama saya.
Saat itu juga saya menemui Abbah untuk menanyakan hal itu, setelah
saya dapat menemui beliau, Abbah mengatakan:"maka ketahuilah, jangan
kamu pernah membantah apa yang aku perintahkan, dan jangan coba
memikirkan dengan pikiranmu mengenai apa yang aku perbuat."
Saat itu saya diberi pelajaran banyak mengenai rokok, sungguh rokok
adalah sesuatu yang haram, membuat orang berhalusinasi, merusak tubuh,
dan mengganggu ketertiban umum. Saat itu saya disuruh membedakan rokok
dalam merk yang sama, rokok satu saya pegang dan rokok satunya yang
dipegang Abbah, keduanya diberikan kepada saya , ketika dihisap, rokok
milik Abbah berbau wangi, dan asapnya tidak membuat batuk orang
disekitarnya,serta rasanya kosong, seperti tidak ada asap, sedang
rokok yang saya pegang baunya tidak enak, serta membuat batuk...
Abbah menyatakan, jika dirinya merokok adalah karena untuk menghormati
tamu-tamu dan orang yang merokok, namun dalam sela candaanya beliau
berkata" janggutku ini tidak mau tumbuh, tidak ada mainan, ya rokok
ini mainannya...hehehe..",
Jika kita sanggup melakukan hal demikian itu, maka silahkan saja
merokok, jika tidak maka janganlah merokok(yang jelas bagi kita kaum
awam, kita tidak dapat melakukanya, dan. Rokok sangatlah dilarang).
Tulisan ini bertujuan, agar Orang yang merokok segera berhenti
merokok, dan yang tidak merokok agar menghormati orang yang merokok,
karena siapa tahu dia adalah waliyulloh yang kita tidak
ketahui........waAllahu a'lam bishowab.

Ada seorang habib(al-habsy) dikota pemalang, setiap malam selalu
berkumpul dengan orang2 untuk mabuk-mabukan, suatu saat saya bertanya
kepadanya:" ya sayyidi, ya habib, tolong jelaskan kepada saya mengenai
apa yang kamu lakukan itu?
Beliau tertawa dan menjawab:" jika bukan kamu yang bertanya, aku tidak
akan menjawabnya,..SSSSssttt...awas,(kemudian ia berbisik kepadaku)
jangan katakan hal ini kepada orang2 disekitarku ya, sesungguhnya
ketika aku tuangkan minuman ini kedalam gelasku, atas ijin Allah,
sebelum air ini menyentuh gelas, seorang malaikat telah membuangnya,
dan menggantikan air minuman keras ini dengan air Teh,(subhanallah..),
hanya cara inilah aku dapat masuk kedalam komunitas mereka, dan
mengajak agar mereka kembali kepada Allah.
Semoga cerita ini dapat diambil pelajaran bagi kita semua.


Wassalamualaikum wr wb.

------------------------------------

kumpulan mutiara nasihat Sultan Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs dan Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs dirangkum dalam blog
www.muhibbunnaqsybandi.blogspot.comYahoo! Groups Links

Wednesday, August 13, 2008

Hati-hati dengan Prasangka kita

Di ruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya. Karena harus menunggu cukup lama, ia memutuskan untuk membeli buku untuk dibaca. Ia juga membeli sebungkus biskuit, sekadar untuk camilan dirinya disaat menunggu pesawat.


Ia kemudian duduk di salah satu kursi di ruang tunggu vip. Sambil bersandar, ia mulai membuka dan membaca buku yang dipegangnya. Di kursi sebelah, yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil yang diatasnya tersaji sebungkus biskuit, duduklah seorang pria. Pria tsb terlihat mulai membaca majalah. Ketika ibu muda mengambil sepotong biskuit dari bungkusan yang terletak di atas meja, pria tsb mengambil sepotong juga. Si ibu muda merasa terganggu dengan perbuatan pria tsb, namun ia diam saja.


Ia hanya bergumam: ? Huh ....menyebalkan! Ingin rasanya kutampar saja mukanya !?
Setiap ibu muda tsb mengambil sepotong biskuit, pria tsb juga melakukan hal yang sama, sambil tersenyum kepada si ibu muda. Perbuatan pria tsb benar-benar mengundang geram si ibu muda ...! Namun si ibu muda tidak bereaksi apa-apa, ia hanya menyimpan kedongkolan didalam dada.
Ketika biskuit tersisa satu potong, si ibu muda bergumam: ? Coba saya ingin lihat apa yang akan dilakukannya...!?


Kemudian si pria membelah biskuit tsb. Ia mengambil separoh dan mempersilakan si ibu muda untuk menikmati yang separohnya lagi... Benar-benar keterlaluan .....!
Kini, kekesalan si ibu muda benar-benar memuncak!
Ia segera mengemasi barang-barangnya dan meninggalkan tempat duduk tsb, pindah ke ruang keberangkatan ( boarding room ).


Ketika ibu muda duduk didalam pesawat, ia membuka tas jinjingnya untuk mengambil kacamata.
Betapa terkejutnya dia ...... Ternyata bungkusan biskuit miliknya ada di dalam tas jinjing, masih utuh ...!
Ia kini menyesal, ... Dan benar-benar merasa malu!
Ia merasa bersalah.
Ia mengira bahwa biskuit yang dimakan tadi adalah miliknya
.... Ternyata bukan!
Pria tadi membagi biskuit antara dirinya dan si ibu muda tanpa merasa marah, tenganggu atau pun merasa rugi ...
.... Sementara si ibu muda merasakan sebaliknya.
Ia merasa bahwa biskuit tsb adalah miliknya yang telah diserobot oleh pria tsb, dan menyangka betapa si pria tsb telah berbuat kurang ajar kepada dirinya.

KAWAN,
ADA TIGA HAL YANG TIDAK DAPAT DIRAIH KEMBALI
...
1. Kata-kata... ...setelah diucapkan!
2. Kesempatan... ... setelah berlalu!
3. Waktu... ...setelah beranjak pergi!

Sunday, August 03, 2008

Pengemis Yahudi dan Rasulullah SAW

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah.. ..macam meter taxi...jalan terus.

Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Bagikan Artikel ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn...

Friday, August 01, 2008

KEKUATAN SEBUAH DOA

Seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang.
Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. Pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus
menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."
Si Pemilik Toko tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak
mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini."
Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?"
"Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal.
"Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan
tersebut." Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Si Ibu menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat." Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh
pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain.
Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil
barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada
timbangan, hingga tidak muat lagi.
Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa.
Karena tidak tahan, si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas
daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas
kumal itu tertulis sebuah doa pendek:
"Ya Tuhan, Hanya Engkau yang tahu apa yang hamba perlukan. Hamba
menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu."
Si Pemilik Toko terdiam.
Si Ibu berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan
gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang
kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan
yang dipakai tersebut ternyata rusak.
Ternyata memang hanya TUHAN yang tahu bobot sebuah doa.
KEKUATAN SEBUAH DOA
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu
saja. Stop pekerjaan anda sekarang juga dan ucapkan sebuah doa. Lalu,
kirimkan cerita ini kepada setiap orang atau sahabat yang Anda kenal.
Biarlah Tali silatuhrahmi ini tidak terputus, karena
"DOA ADALAH HADIAHTERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA. Tanpa biaya,
tetapi penuh daya guna."

Wednesday, July 23, 2008

Kekuatan Ikhlas yang Menyembuhkan


Kekuatan jiwa adalah sebuah potensi yang tidak tampak tetapi efeknya luar biasa. Dengan menggunakan kekuatan jiwa, beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat sebenarnya dapat disembuhkan. Seperti diungkapkan praktisi dan pengajar penyembuhan holistik, Reza Gunawan, pada dasarnya setiap manusia bisa menyembuhkan dirinya sendiri, tapi tidak semua orang tahu caranya. Salah satu kunci kekuatan jiwa yang dapat menyembuhkan penyakit adalah perasaan ikhlas. Menurut Reza, rasa ikhlas secara sederhana dapat diartikan dengan perasaan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. "Ikhlas adalah sesuatu yang mungkin hanya dapat digambarkan dengan perasaan seperti ini. Apapun kenyataan hidup, sudah tidak lagi berbenturan dengan keinginan dan hasrat karena kita sudah bisa menerima dengan apa adanya," ungkap Reza di sela-sela kampanye 'Mizone Jadi 100% Kamu' di Jakarta, Selasa (24/6) kemarin. Ikhlas, terang Reza, dapat menyembuhkan dengan cara menyelaraskan tubuh dan pikiran, selain juga menetralisir pikiran dan perasaan supaya tidak terpendam dan menumpuk dalam hati. Ikhlas merupakan bagian dari konsep sehat secara holistik yakni keselerasan dan keseimbangan antara tiga unsur yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (mood). "Kalau badan kita sudah muncul keluhan seperti sakit-sakit, itu berarti timbunan dalam pikiran dan jiwa sudah terlalu banyak. Dengan hati yang ikhlas, gelombang dan detak jantung menjadi lebih selaras atau harmonis. Jantung itu pemimpinnya tubuh karena dengan jantung yang selaras maka otak berfungsi maksimal. Kalau jantung atau perasaan kita korslet, otak tidak akan bisa berfungnsi maksimal. Jadi, dengan ikhlas jelas akan membuat tubuh menjadi lebih sehat," paparnya. Untuk mencapai dan mewujudkan perasaan ikhlas dalam hati, Reza menyatakan setiap orang tentu memiliki kemampuan berbeda. Untuk itulah, Reza menyarankan untuk membiasakan diri berlatih secara bertahap dan rutin. "Ada tiga langkah yang dapat dilakukan untuk melatih diri supaya ikhlas, yang pertama Sering- seringlah berhenti dan bernafas untuk mengistirahatkan pikiran, ingat bahwa sesuatu tidak ada yang kekal dan belajar untuk menerima atau mengikhlaskan diri dari tahap yang paling mudah," tandasnya. Tiga Tips Melatih Ikhlas 1. Sering-seringlah berhenti dan bernafas (rileks) untuk mengistirahatkan pikiran. Manusia seringkali sulit mencapai keikhlasan karena pikirannya jalan terus. Dengan latihan ini, kita juga akan bebas dari ketegangan. 2. Selalu ingat bahwa segala sesuatu selalu akan berubah. Seseorang susah ikhlas karena menilai segalanya bersifat kekal, padahal apa yang tidak kita dapatkan sementara ini pada suatu hari nanti akan berubah. "Tidak ada yang kekal atau tetap, mungkin situasinya yang berubah atau keinginan kita yang berubah. Jadi apa yang kita sukai atau pun kita tak sukai tentu akan berubah," terang Reza.. 3. Start di titik yang paling mudah. Belajarlah untuk mulai menerima hal-hal yang ringan atau gampang dulu. Untuk bisa merasa ikhlas memang tidak mudah dan terpulang kepada pribadi masing- masing. Tetapi mulailah untuk menerima kenyataan yang paling ringan dulu. Dengan begitu, otot ikhlas kita akan terlatih. Reza mencontohkannya dengan sebuah kasus ketika Anda marah karena tak bisa menerima bos di kantor yang tak berlaku adil. Kalau Anda tidak bisa memaafkan orangnya, cobalah untuk memaafkan atau mengikhlaskan dulu perilakunya. Bila ini masih sulit, mulailah untuk mengikhlaskan perasaan kita bahwa kita sedang marah. "Kalaupun memang tidak bisa juga ikhlas dengan perasaan kita sendiri, minimal ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas. Jadi, pada tahap paling ringan itulah yang dapat menjadi pintu paling gampang menuju gerbang keikhlasan," pungkasnya.

Sumber : Kompas, Rabu, 25 Juni 2008

Wednesday, July 16, 2008

Kisah Rosulullah SAW dengan Gadis Kecil Yatim

Kisah ini terjadi di Madinah pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri. Rasulullah saw seperti biasanya mengunjungi rumah demi rumah untuk mendoakan para muslimin dan muslimah, mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di hari raya itu. Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba Rasulullah saw melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.

Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu. Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut, lalu bertanya dengan suaranya yang lembut : "Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?" Gadis kecil itu terkejut. Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil bercerita : "Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw. Ia bertarung bersama Rasulullah saw bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?"

Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang ia membelai kepala gadis kecil itu sambil berkata: "Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu…. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? …. Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu…. dan Aisyah menjadi ibumu…. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?"

Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada tepat di hadapannya. Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya. Gadis yatim kecil itu sangat tertarik pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw yang lembut seperti sutra itu.

Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan diberikan makanan, juga uang saku untuk hari raya. Lalu ia diantar keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri itu. Mereka merasa keheranan, lalu bertanya :

"Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?"

Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu menjawab :

"Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya."

Rasulullah saw bersabda : "Siapa yang memakaikan seorang anak pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka Allah SWT akan mendandani/menghias inya pada hari Kiamat. Allah SWT mencintai terutama setiap rumah, yang di dalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barangsiapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di surga."

Frankfurt am Main, 18 Oktober 2006

vitasarasi at yahoo dot com

Judul Asli "Wie der Prophet ein waises Maedchen zum Fest gluecklich machte", diterjemahkan dari buku "Ich erlerne meine Religion: Die fuenf Saeulen des Islam", Asim dan Muerside Uysal, terjemahan dalam bahasa Jerman oleh Marianne Zaric, Istanbul.

Friday, July 04, 2008

Quantum Rejeki : Impian Itu Jadi Kenyataan

04 Juli 2008
Impian Itu Jadi Kenyataan

Sangat mudah bagi Allah untuk kondisi seseorang. Dari miskin menjadi kaya, dari susah menjadi senang, dari kurang menjadi cukup. Semudah Dia mengubah menjadi gelapnya malam, terangnya siang.

"KALAU uang buat bayar kontrakan ini, kita sedekahin semua, bulan besok kita bakal tinggal di mana pak?"

Demikian pertanyaan sekaligus keluhan sang isteri kepada suaminya, Imam, seorang pengusaha catering kelas teri ya boleh disebut hanya pedagang nasi bungkus di pinggiran Sidoarjo, Jawa Timur.

"Bu, kata ustadz yang kita lihat di TV tadi itu, sedekah bisa menghadirkan pertolongan Allah, dengan bersedekah harta kita akan bertambah, bahkan dilipatgandakan sepuluh kali lipat, tujuh ratus kali lipat bahkan berlipat ganda. Sudah banyak yang membuktikan keajaiban sedekah itu lho bu, masa kita nggak mau ikutan sukses seperti mereka," jawab Imam meyakinkan istrinya.

"La iya pak, pengen sih, tapi kita besok tinggal di mana?" istrinya bertanya lagi
"Kita pindah saja ke rumah itu bu, biar saja Allah tahu bahwa dengan bersedekah kita malah diusir dari kontrakan ini, siapa tahu diusirnya ke rumah itu he, he, he," jawab imam dengan candaan namun penuh keyakinan sambil menunjuk rumah mewah milik tetangga depan rumahnya yang pada saat itu tertulis iklan "Rumah ini Dijual."

Dengan penuh keyakinan dan kepasrahan total kepada Allah, akhirnya pasangan muda itu memberanikan diri untuk menyedekahkan uangnya yang hanya tinggal sejuta itu.

Mereka bangun malam berdua, dhuha bareng dan berdoa dengan doa yang sama, yaitu perubahan taraf hidup dan kehidupan, berharap agar Allah memberikan karunia berupa rezeki yang banyak, halal, baik, dan berkah.

Urusan rezeki urusan Allah. Siapkan saja diri untuk menerima rezeki-Nya. Menyiapkan diri untuk memperoleh rezeki-Nya adalah dengan berjalan lurus, beribadah yang benar, dan mau berbagi bila rezeki datang.

"Dan tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah melapangkan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang dikehendaki-Nya? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman." (Az-Zumar: 52)

"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dan dia berbuat kebaikan, maka sungguh dia sudah berpegang kepada tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan." (Luqm‚n: 22)

Seminggu sudah saat istimewa yang mereka tunggu tak kunjung hadir, yaitu saat di mana Allah mengganti sedekah mereka dengan rezeki yang berlipat. Waktu terus berjalan, hingga sebulan sudah pascabersedekah. Hampir saja ia mencari nomor saya di stasiun tempat saya taushiyah, mau komplain bahwa saya telah membohonginya, buktinya hingga sebulan sedekahnya belum berbuah.

Hingga suatu hari ia didatangi oleh seorang utusan sebuah perusahaan yang sedang tertimpa musibah. "Bapak sanggup nggak bikin nasi bungkus tiap hari buat kami?" Tanya si tamu kepada Imam.

"Sanggup, lha memang itu mah pekerjaan saya pak," dengan tegas Imam menjawab.
"Beneran nih pak, sanggup?"

"Emang buat berapa orang tho pak?" ia malah balik bertanya dengan dialek Suroboyonya yang medhok.

"Ok, kalau bapak sanggup, silakan teken kontrak di atas kertas ini, bahwa bapak sanggup menyediakan nasi bungkus untuk 15.000 pengungsi yang menjadi tanggungan kami, sehari tiga kali makan, bila cocok maka kontrak ini akan diperpanjang, bagaimana pak?"

"Subhaanallaah....." Imam hanya bertasbih sambil termangu seakan tak percaya dengan tawaran kerja sama itu. Saudara tahu berapa keuntungan yang ia keruk dari tender itu? 15000x3.000x3 = Rp 1,35 miliar.

Subhanallah... Allah memang ga pernah mengingkari janji-Nya. Rumah yang ia tunjuk tempo hari ternyata kini telah jadi miliknya karena kontrak kerja sama diperpanjang.
"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah Maha Menyempitkan dan Melapangkan rezki dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. Al Baqarah[2]: 245)

Begitu Kuasanya Engkau, Engkau Kuasa menghidupkan yang mati dan mematikan yang hidup. Bahkan Engkau juga Kuasa mengadakan sesuatu dari yang tidak ada.
Begitu Kuasanya Engkau, di tangan-Mu kemuliaan dan kehinaan, kemajuan atau kemunduran. Dan di tangan-Mu juga pintu segala kebaikan.

Duhai Allah Yang Maha Tahu, pasti ada kesalahan ketika terselip di hati kesombongan dan kerentanan berputus asa. Kesalahan yang berwujud rendahnya kualitas kepercayaan akan kuasa Engkau.

Sumber : SuaraMerdeka.com

Thursday, July 03, 2008

Tentang Keistimewaan Bulan Rajab

Tentang Keistimewaan Bulan Rajab

Syekh Abdul Qadir Jailani QS

Dalam kitab Al-Ghunya li-Thalibi Thariq al-Haqq

Beberapa laporan tradisi (sunah) tentang berkah istimewa yang dianugerahkan Allah SWT kepada siapa pun yang melaksanakan salat sunah di bulan Rajab.

Pada saat itu, bulan baru tapat muncul untuk menandai awal Rajab, ketika Syekh Imam Hibatullah ibn al-Mubarak as-Saqati (Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepadanya) memberi berita kepada kami tentang otoritas sunah yang bagus, bahwa Nabi SAW menoleh kepada Salman al-Farisi RA dan bersabda,

"Wahai Salman RA, Allah SWT pasti akan menghapus semua dosa dari setiap mukminin dan mukminat yang melaksanakan salat sunah tiga puluh rakaat (yushalli tsalatsina raka) sehubungan dengan bulan ini, di mana pada setiap rakaat dibaca Surat Pembuka (Fatihat al-Kitab) dan Surat yang dimulai dengan "Qul: Huwa Allahu Ahad" tiga kali, dan Surat yang diawali dengan "Qul: Yaa Ayyuhal Kaafiruun" tiga kali. Ia akan menerima pahala yang sama dengan pahala orang yang melakukan puasa sebulan penuh, ia akan diperlakuakan sebagai orang yang telah melakukan ritual salat terus-menerus (al-mushallin) hingga ke tahun berikutnya, dan setiap hari akan mendapat kredit (kebaikan) sebagai syuhada dalam Perang Badar (syahid min syuhada'i Badr) .

Untuk setiap hari puasa (di bulan Rajab), ibadah selama satu tahun penuh akan dicatat bagi yang bersangkutan, di mana kebaikannya akan dilipatgandakan seribu derajat. Jika ia melakukan puasa selama sebulan penuh, di samping melaksanakan salat sunah khusus (seperti yang disebutkan di atas), Allah SWT akan mengangkat orang itu dari api neraka dan menyatakan bahwa orang itu berhak memasuki Taman Surga, di dalamnya untuk berada dekat dengan Allah SWT.

Jibril AS mengatakan kepadaku mengenai hal ini, dan kemudia ia berkata lagi, "Wahai Muhammad SAW, ini adalah sebuah tanda yang jelas untuk membedakan mukmin sejati, dengan orang-orang musyrik (politheist) dan munafik (hipokrit), karena orang-orang munafik tidak melakukan ritual salat itu (la yushalluna dzalik).

Setelah mendengar kata-kata ini yang ditujukan kepadanya oleh Nabi SAW, Salman RA menjawab dengan mengatakan, "Wahai Rasulullah SAW, katakan padaku bagaimana tepatnya aku harus melakukan salat sunah khusus ini, dan tepatnya kapan aku harus melakukannya?"

Nabi SAW menjawab, "Wahai Salman RA, pada hari pertama di bulan ini, hendaknya engkau melaksanakan salat sepuluh rakaat. Pada setiap rakaat kau baca Fatihah al-Kitab sekali, lalu Surat yang dimulai dengan "Qul: Huwa Allahu Ahad" tiga kali dan Surat yang dimulai dengan "Qul: Yaa Ayyuhal Kaafiruun" tiga kali. Dan setelah engaku mengucapkan salam terakhir, hendaknya engkau mengangkat kedua tanganmu dan berdoa:

La ilaha ill Allah, wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, huwal hayyul qayyum, biyadihil khayr, wa huwa 'ala kulli syay-in qadiir…

Tidak ada tuhan selain Allah, tak ada sekutu baginya, milik-Nyalah semua kerajaan dan kepada-Nyalah segala pujian. Dia yang memberikan kehidupan dan menyebabkan kematian, sementara Dia Maha Hidup dan tak pernah mati. Semua kebaikan ada di Tangan-Nya, Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Yaa Allah, tak seorang pun dapat menahan apa pun yang telah Engkau berikan, dan tak seorang pun dapat memberi apa yang Kau tahan, dan tidaklah harta dunia memberikan manfaat bagi pemiliknya, bila ia tidak mendapatkan harta (kebaikan) yang datang dari-Mu di akhirat nanti.

Kemudian hendaknya engkau menggosok muka dengan kedua tanganmu, karena pada saat itu kau telah menyelesaikan sepuluh rakaat pertama.

Di pertengahan bulan hendaknya engkau melakukan sepuluh rakaat salat sunah lagi. Pada setiap rakaat hendaknya engkau membaca lagi Fatihat al-Kitab sekali seja, kemudian surat yang dimulai dengan "Qul: Huwa Allahu Ahad" tiga kali dan surat yang dimulai dengan "Qul: Yaa ayyuhal kaafiruun" tiga kali. Setelah engkau melakukan salam terakhir, hendaknya engkau mengangkat kedua tanganmu seperti sebelumnya, namun kali ini hendaknya engkau mengucapkan:

La ilaha ill Allah, wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, huwal hayyul qayyum, biyadihil khayr, wa huwa 'ala kulli syay-in qadiir. Yaa Allah, Yaa Wahiid, Yaa Ahad, Yaa Shamad. Dia tidak beristri dan juga tidak beranak.

Kemudian hendaknya engkau menggosok muka dengan kedua tanganmu, karena pada saat itu engkau telah menyelesaikan sepuluh rakaat kedua.

Pada akhir bulan hendaknya engkau melaksanakan salat sunah sepuluh rakaat ketiga dan terakhir. Pada setiap rakaat hendaknya engkau membaca lagi Fatihat al-Kitab, sekali saja; kemudian surat yang diawali dengan "Qul:Huwa Allahu Ahad" tiga kali dan surat yang berawal dengan "Qul: Yaa ayyuhal kaafiruun" tiga kali. Dan setelah engkau mengucapkan salam yang terakhir, hendaknya engkau mengangkat kedua tangan dan berdoa:

La ilaha ill Allah, wahdahu laa syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumit, huwal hayyul qayyum, biyadihil khayr, wa huwa 'ala kulli syay-in qadiir. Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aalihi. La hawla wa la quwwata illa bilaahil 'aliyyil azhiim.

Hendaknya engkau memohon apa pun yang kau perlukan. Dia pasti akan memberikan tanggapan yang positif atas doamu. Allah SWT akan memberikan jarak sebanyak tujuh puluh lembah antara dirimu dengan neraka Jahanam. Dan setiap lembah ini lebarnya adalah sejauh jarak antara langit dan bumi. Untuk setiap rakaat yang kau lakukan dalam salat sunah tersebut, Dia akan menganugerahkan engkau jutaan rakaat (alfa alfa rak'at). Dia juga akan menulis dalam kitab catatanmu suatu keputusan bebas dari neraka dan izin untuk menyebrangi shirathal mustaqiim.

Diriwayatkan bahwa Salman RA mengatakan, "Segera setelah Nabi SAW selesai berkata, aku langsung menunduk ke tanah dan sujud merendahkan diri sambil menangis karena aku mencari cara untuk menyatakan rasa terima kasihku kepada Allah SWT untuk kehormatan yang baru saja diberikan kepadaku untuk mendengar (uraian dari Nabi SAW untuk pertama kalinya itu).

Sumber:

http://www.sunnah.org/ibadaat/Rajab/ghunya_rajab_frame.htm

__._,_.___

kumpulan mutiara nasihat Sultan Awliya Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani qs dan Mawlana Syekh Muhammad Hisyam Kabbani qs dirangkum dalam blog www.muhibbunnaqsybandi.blogspot.com



__,_._,___