Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Tuesday, June 26, 2012

KISAH DOA IBU SAAT MARAH




Seorang bocah mungil sedang asyik bermain-main tanah. Sementara sang ibu sedang menyiapkan jamuan makan yang diadakan sang ayah. Belum lagi datang para tamu menyantap makanan, tiba-tiba kedua tangan bocah yang mungil itu menggenggam debu. Ia masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu itu diatas makanan yang tersaji.Tatkala sang ibu masuk dan melihatnya, sontak beliau marah dan berkata, "اِدهَبْ...جَعَلَكَ اللّهُ اِمَاماََ لِلحَرَمَيْن," Pergi kamu...! Biar kamu jadi imam di Haramain...!"

Dan SubhanAllah, kini anak itu telah dewasa dan telah menjadi imam di masjidil Haram...!!Tahukah kalian, siapa anak kecil yang di doakan ibunya saat marah itu...??
Beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjidil Haram yang nada tartilnya menjadi favorit kebanyakan kaum muslimin di seluruh dunia.


Ini adalah teladan bagi para ibu , calon ibu, ataupun orang tua... hendaklah selalu mendoakan kebaikan untuk anak-anaknya. Bahkan meskipun ia dalam kondisi yang marah. Karena salah satu doa yang tak terhalang adalah doa orang tua untuk anak-anaknya. Sekaligus menjadi peringatan bagi kita agar menjaga lisan dan tidak mendoakan keburukan bagi anak-anaknya. Meski dalam kondisi marah sekalipun.

"Janganlah kalian mendoakan (keburukan) untuk dirimu sendiri, begitupun untuk anak-anakmu, pembantumu, juga hartamu.
Jangan pula mendoakan keburukan yang bisa jadi bertepatan dengan saat dimana Allah mengabulkan doa kalian..."
(HR. Abu Dawud)

Sunday, June 19, 2011

Doa Orang Buta untuk segala Hajat

----- Original Message -----
Sent: Friday, June 17, 2011 1:18 AM
Subject: [muhibbun_naqsybandi] Doa Orang Buta untuk segala Hajat



Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q) 
Kutipan shuhba di Pesantren Daarul Ishlah
16 Juni 2011

Barang siapa yang memerlukan sesuatu dari dunia ini, ia harus menghapal doa orang buta tersebut, di mana Nabi (s) memerintahkan orang buta tersebut untuk menjadikannya sebagai wasilah (perantara) kepada Allah di dalam doanya agar disembuhkan dari penyakit kebutaannya.

Berikut ini kami sampaikan doa orang buta (doa untuk segala hajat) tersebut:


Tirmidzi meriwayatkan bahwa seorang buta mendatangi Nabi (s) dan berkata, "Memohonlah kepada Allah (swt) untukku, sehingga Dia menolongku." Beliau menjawab, "Jika engkau mau, aku dapat menunda ini, dan itu akan lebih baik bagimu, dan jika engkau mau, aku akan memohon kepada Allah (swt) untukmu." Ia berkata, "Kalau begitu mohonkanlah pada Dia." Nabi (s) berkata kepadanya, "Idzhab fa tawadh-dhaa, wa shalli rak`atayn tsumma qul, pergilah ambil wudu, lalu salat dua rakaat dan katakan,

'Ya Allah (swt), aku memohon (as-aluka) dan menghadap-Mu (atawajjahu ilayka) dengan Nabi-Mu Muhammad (s) (bi nabiyyika Muhammad), nabi (pembawa) rahmat (nabiyyur-rahmah); Ya Muhammad (ya Muhammad), aku mengharapkan perantaraanmu dengan Tuhanku untuk mengembalikan pengelihatanku (inni astasy-fi`u bika `ala rabbi fi raddi bashari) atau versi lainnya: untuk hajatku ini sehingga keperluanku terpenuhi (inni atawajjahu bika ila rabbi fi haajatii hadzihi li tuqdha lii); Ya Allah (swt), perkenankanlah beliau memberi syafaatnya untukku. (allahumma syaffi`hu fiyya).'

Nabi (s) menambahkan, "Dan jika ada keperluan atau hajat lainnya, lakukan hal yang sama."
Jadi, untuk segala hajat lakukan tahap-tahap sebagai berikut:
  • Wudu
  • Salat Hajat 2 rakaat
  • Membaca doa di bawah ini 3 kali dengan menyebutkan hajat kalian:
Allaahumma innii as-aluka wa atawajjahu ilayka bi nabiyyika Muhammad (s), Nabiyy-ur Rahmah. 
Ya Muhammad (s), innii atawajjahu bika ila rabbii fii haajatii hadzihi... (sebutkan hajatnya di sini!li tuqdha lii, Allaahumma fa syaffi`hu fiyya

Allaahumma Ya Allah, aku memohon pada-Mu dan menghadap-Mu bersama Nabi-Mu Muhammad SAW, Nabi (pembawa) Rahmat, Ya Muhammad (s), bersamamu aku menghadap Tuhan mengenai hajatku ini. Allaahumma Ya Allah, perkenankanlah agar beliau menjadi perantara bagiku.
__._,_.___
ahlan wa sahlan yaa Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q). Ikuti berita tentang kunjungan Mawlana Syekh Hisyam Kabbani (q)di Indonesia tanggal 13-23 Juni 2011 di www.naqsybandi.org